
Pada suatu hari, ada seorang putri cantik yang diculik dan dipenjara di sebuah menara. Seperti biasa, istana tempat penjara putri tersebut dijaga oleh seekor naga....
Putri itu hanya bisa pasrah dan menunggu ada seorang ksatria yang akan datang dan membunuh naga tersebut lalu menyelamatkannya. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Datanglah sekaligus tiga ksatria dari tiga negara yang berbeda....

Ketiga ksatria ini sadar bahwa naga sebesar itu akan sulit dihadapi sendirian, karena itu mereka sepakat untuk bekerja sama....
Ksatria yang pertama adalah orang yang pintar. Ia mempelajari seluk-beluk spesies naga tersebut. Ia mencari kekuatan dan kelemahannya. Ia mengumpulkan data dari berbagai perpustakaan di kerajaan. Ia mempelajari pola makan, habitat, ketajaman indra, bahkan jarak dan sudut semburan api naga tersebut. Ia juga melakukan percobaan pada spesies naga yang lebih kecil. Pada akhirnya ia merumuskan sebuah strategi jitu untuk mengalahkan sang naga...

Ksatria kedua adalah seseorang yang ahli perkakas. Menggunakan logam paling kuat yang ada di seluruh daratan, ia membuat pedang yang akan dapat membunuh naga tersebut. Pedang itu dirancang sedemikian rupa agar dapat menembus sisik naga yang tebal, tahan panas semburan api naga, kuat dan tidak mudah patah, namun cukup ringan untuk digunakan manusia. Selain itu, ksatria kedua juga membuat perlengkapan pendukung lain seperti panah, tombak, dan perisai yang didesain khusus untuk melawan naga...

Ksatria ketiga adalah seorang petarung. Dengan bermodalkan strategi dan senjata dari kedua ksatria lainnya, ia maju untuk melawan sang naga. Dan ia pun berhasil membunuhnya...

Mereka bertiga telah berhasil menyelamatkan sang putri cantik. Dan (sebagaimana yang sudah dapat ditebak sebelumnya), sang putri memilih ksatria ketiga karena dengan gagah perkasa berhasil membunuh naga. Sang ksatria dan putri pun menikah dan hidup bahagia. Mudah-mudahan untuk selamanya....


Ksatria kedua adalah seseorang yang ahli perkakas. Menggunakan logam paling kuat yang ada di seluruh daratan, ia membuat pedang yang akan dapat membunuh naga tersebut. Pedang itu dirancang sedemikian rupa agar dapat menembus sisik naga yang tebal, tahan panas semburan api naga, kuat dan tidak mudah patah, namun cukup ringan untuk digunakan manusia. Selain itu, ksatria kedua juga membuat perlengkapan pendukung lain seperti panah, tombak, dan perisai yang didesain khusus untuk melawan naga...

Ksatria ketiga adalah seorang petarung. Dengan bermodalkan strategi dan senjata dari kedua ksatria lainnya, ia maju untuk melawan sang naga. Dan ia pun berhasil membunuhnya...

Pesan moral dari cerita ini : Sehebat apapun anda bekerja di balik layar, yang biasanya dapet cewek (atau dapet penghargaan) tuh orang yang tampil. Bhahahaha......
cerita selingan doang nih sambil nunggu inspirasi Joni Dropkick berikutnya,
mudah-mudahan sih bisa selesai sesuai jadwal....
mudah-mudahan sih bisa selesai sesuai jadwal....










