18 July 2011

Batavian Rhapsody



Nyatakah ini?
Atau cuma fantasi?
Terjebak di longsor
Tak bisa keluar lagi...

Buka mata,
Lihatlah ke angkasa
Ku seorang anak
Yang butuh fantasi

Kar'na ku mudah datang, mudah pergi
terlalu rendah, terlalu tinggi
K'mana angin bertiup
Tak jadi masalah,
Buatku,
Buatku....

Mama, kubunuh dia
Kutempelkan pistolnya,
Kutarik pelatuknya...

Mama, hidup dimulai
Tapi kusia-siakan semua...

Mama, uuuu
Jangan menangis,
Jika ku tak kembali esok hari,
Lanjutkan, lanjutkan
Seperti biasanya...

Telat, waktunya tiba
Tulangku gemetar, badan terasa sakit
Dadah, semuanya,
Aku pergi,
Tiinggalkan semua demi kenyataan...

Mama, uuuu
Ku tak mau mati,
Lebih baik ku tak dilahirkan

Ku lihat siluet seorang pria
Scaramouche, Scaramouche
Ayo joget Fandango...
Halilintar dan petir sungguh menakutkanku!!

Galileo...

Galileo...

Galileo Figaro...

Menakjubkan...

Ku hanya seorang anak,
Tak ada yang mencintai

(Dia hanya seorang anak dari keluarga miskin,
Slamatkan dia dari keganjilan ini...)

Mudah datang, mudah pergi
biarkan aku pergi

Bismillah...
Nggak!! Kau tak boleh pergi!!

 (Biarkan dia!!)

Bismillah...
Kau tak boleh pergi!!

(Biarkan dia!!)

Bismillah...
Kau tak boleh pergi!!

(Biarkan dia!!)

Kau tak boleh pergi!!

(Biarkan dia!!)

Nggak!! Nggak!! Nggak!! Nggak!! Nggak!!
Nggak!! Nggak!! Nggak!!
Nggak!!

Oh MammaMia, MammaMia
Biarkan aku pergi...

Beelzebub menyisihkan setan buatku...
Buatku...
Buatku...

Kau pikir bisa merajam dan meludahi mataku?
Kau mencintaiku lalu tinggalkan ku mati?
Ooh, sayang,
Jangan lakukan ini...

Ku harus pergi,
Harus pergi dari sini...

Tak ada yang penting,
Semua orang tahu,

Tak ada yang penting...

Tak ada yang penting...
Buatku...

(Kemana angin bertiup...)

29 May 2011

DON'T CALL ME WHILE I'M RIDING !!!







Answering a phone call when I'm cruisin' down the road on my Fuel-Injected-150cc-LC4V must be done in these consecutive procedures :

1. Mencari sisi jalan yang diperbolehkan untuk berhenti. Jika tidak ada, maka jalan terus sampai ketemu

2. Gradually reducing speed (not sudden braking) while switching to the most left lane

3. Pull over, dengan cara sesopan mungkin

4. Turn off the engine, supaya suaranya enggak mengganggu percakapan di telepon

5. Take my helmet off

6. Take one of my gloves off, karena sulit menekan tombol cellphone dengan full-finger gloves (coba aja sendiri)



7. Pull my cellphone out of my pocket

8. Answer



The usual problem is, begitu gue udah sampe step 8, udah kelamaan sehingga teleponnya udah keburu ditutup. Dan gue kembali harus memakai helm, sarung tangan, dan restart mesin yang tadi gue matiin....







QUESTIONS AND ANSWERS :

Q : Kenapa enggak loe telepon balik aja?
A : Because most of my incoming calls are unimportant, so I don't give a fuck

Telemarketing. One of the greatest downside of telecommunication



Q : If you don't give a fuck, terus ngapain diangkat?
A : Because the ringtone and the vibration are so effin' annoying

Q : Yaudah silence aje
A : Repot ngubah-ngubah mode

Q : Kenapa enggak pake earphone?
A : Udah pernah nyoba. Gak muat masuk ke sela-sela helm full face. Lagipula justru malah encourage untuk ngobrol sambil nyetir, yang mana sangat beresiko

Q : Yaudah beli helm half face aja.
A : Pertama, pernah ngebut sambil pake half face? Enggak enak. Kedua, faktor safetynya kurang. Ketiga, ini soal image. Gue gak mau menjadi salah satu dari mereka : Para bikers alay yang menggunakan helm half face, naek motor matic, pake jaket tipis dan celana jeans yang mengecil di bagian bawah...

Keempat, full-face helmets are way, way much more awesome...


Q : Mending beli aja helm yang ada bluetoothnya
A : Tapi HP gue kagak ada bluetoothnya



Q : Yaudah beli HP yang ada bluetoothnya doong
A : Gue smackdown juga luh. Ini udah untung gue mau pake HP.

Smackdown


Q : Jadi loe gak mau nyoba teknologi apapun yang memudahkan pengoperasian cellphone bagi pengendara sepeda motor?
A : ENGGAK




Q : Okey, but how the hell do we know kalo elo lagi di jalan saat kita mau nelpon?
A : Fuck you, that's how...



No more questions...

21 April 2011

WILD HORSES

Gymnasium ini sudah lama sekali tidak digunakan.... 



Sepuluh tahun yang lalu, ketika gulat masih menjadi trend di kota ini, tempat latihan ini biasanya ramai. Para pendekar gulat dari berbagai aliran sering berkumpul disini untuk berlatih tanding atau sekedar mengobrol. Tempat ini pernah cukup terkenal, dan menghasilkan banyak pegulat-pegulat baru yang berbakat.... Tapi, sebagaimana semua bangunan tua di bagian kota ini, pada akhirnya tempat ini hanya tinggal sejarah.

Tembok yang dulunya penuh piagam, medali dan foto, kini penuh dengan graffiti. Tertulis antara lain, "KERANG BIRU MOTORCYCLE COMMUNITY", "TIGER CLAN 0024", "=[ASN]= WAS HERE", "GO GO MOYOPOLIS FC", "ROY CINTA LUCY", dan lain-lain. Banyak peralatan olahraga yang sudah rusak maupun dicuri. Lantai-lantai retak. Semua jendela pecah. Di beberapa sudut kadang dipakai untuk tempat tidur gelandangan...


Joni Dropkick duduk di sisi ring gulat yang sudah reyot itu. Ia sedang menunggu seseorang....




17 April 2011

TROLLNINJA








1. SPLIT INTO MULTIPLE IMAGES




2. GET INTO AN "ANGKOT" WHICH IS IN "NGETEM" CONDITION, AND NO OTHER PASSENGERS INSIDE






3. THE DRIVER SEES THAT HIS "ANGKOT" IS FULL, AND DRIVES AWAY






4. RETURN ALL IMAGES BACK INTO THE REAL BODY



5. EXIT THE "ANGKOT", AND PAY FOR ONE PERSON ONLY...





PROBLEM,  ANGKOT DRIVERS?