07 January 2010

Melihat dunia melalui kaca spion...

Bukan, ini bukan sesuatu yang puitis...
Seriously bukan, okey. Jadi stop membaca dalam bait.
Meskipun judulnya emang agak mirip puisi.
Ah dasar orang sastra memang gila...


...


Lanjut....
Pada artikel ini, gue bakal menulis semua yg gue pingin tulis mengenai kaca spion. Betapa ajaibnya ciptaan manusia yang satu ini, sederhana namun banyak guna...






Apa sih yang istimewa mengenai kaca spion selain dari memungkinkan kita melihat ke arah belakang kendaraan, dan memberitahu kita bahwa T-REX itu lebih dekat dari kelihatannya ?


Mari mulai, ada dua jenis kaca spion umum, yaitu datar dan cembung. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kaca cembung memberikan sudut pantulan yang lebih luas, namun kekurangannya semua objek yang terpantul akan diperkecil, sehingga cukup menyulitkan untuk mengukur jarak sebenarnya. Oleh karena itu ada tulisan terkenal "OBJECTS IN MIRROR ARE CLOSER THAN THEY APPEAR". Yap, semua objek yang terlihat itu sebenarnya lebih besar...
Lanjut ke lain hal. Waktu bocah, kita diajarin bahwa cermin itu bersifat membalik kanan dan kiri. Hal ini dibenarkan apabila kita melihat tulisan lewat cermin, tulisannya bakal terbalik. Sebenarnya gue pingin menyangkal hal ini, tapi agak sulit juga untuk mem-bahasa-kannya.

Gue pernah baca INTISARI di kolom dimana pembaca ngirim pertanyaan seputar fisika dan bakal dijawab oleh JOHANNES SURYA (semacam Roy Sukro di bidang Fisika), salah satu pertanyaannya adalah :

"Kenapa cermin itu membalik kanan dan kiri tapi tidak atas dan bawah ?"

Gue lupa jawaban persis dari Jo Surya waktu itu, tapi gue inget bahwa diapun sulit menjelaskannya dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam...

Begini lho, menurut gue (bukan menurut Jo Surya), kita menganggap cermin itu membalik kanan kiri (tapi tidak atas bawah), dikarenakan kita hidup didalam dunia dua dimensi yang fana (???), dimana ATAS dan BAWAH bagi semua orang adalah SAMA, sedangkan KIRI dan KANAN menjadi relatif tergantung tiap orang menghadap kemana. Analoginya sama seperti Cina adalah BARAT bagi orang Jepang....

orang barat...

Mau bukti bahwa cermin itu sebenarnya tidak membalik kiri kanan ? Coba lihat kaca spion (WUIIHH, INI DIA KEGUNAANNYA KACA SPION !!!), Kalau loe melihat kaca spion KANAN, yang terlihat adalah kendaraan-kendaraan di sebelah KANAN kendaraan elo, bukan di sebelah KIRI, betul? Hal ini memudahkan pembalap untuk mengetahui dari arah mana ia akan disalip...

"Cih, mereka mencoba menyalipku dari kanan. Tak akan kubiarkan!!"

Oh iya satu lagi bukti bahwa cermin itu tidak membalik kiri-kanan tapi lebih kepada perspektif, ialah bila cermin itu diletakkan horizontal (tiduran), maka objek diatas cermin tersebut akan dibalik ATAS-BAWAH. Contoh paling mudah ialah bayangan pemandangan pada sebuah danau...

Speaking of salip-menyalip, itu dia kegunaan kaca spion : untuk melihat apabila ada kendaraan yang akan mendahului elo. Oleh sebab itu, kaca spion harus diposisikan sehingga elo bisa ngeliat ke dua sisi belakang, agar semua kendaraan di belakang-kiri dan belakang-kanan akan terlihat.

Kaca spion harus diatur supaya memberikan sudut pandang seluas mungkin ke belakang untuk menghindari kecelakaan disebabkan blind-spot. Jadi jangan cuma sekedar pasang, kalo bisa mah seluruh dunia keliatan deh...
Sesuai judul artikel ini...

Gue pernah ngeliat kaca spion motor yang dipasang sembarangan (biar gak ditilang aje), dipasangnya malah ngadep ke muka dia. Kalo itu mah mustinya ada tulisan "OBJECTS IN MIRROR ARE DUMBER THAN THEY APPEAR"

Posisi kaca spion samping yang benar menurut gue ialah elo harus bisa ngeliat titik horizon belakang lewat kedua kaca spion samping. Horizon tu apaan sih ?

Noh...

Masih banyak lagi hal menarik dari kaca spion, salah satunya ialah FREKUENSI PELAYANGAN (Hmm bahasa inggrisnya apa sih?). Frekuensi pelayangan ialah frekuensi selisih antara dua frekuensi berbeda yang bergetar bersamaan (biasa digunakan untuk menyetem gitar).

Coba arahkan kaca spion kendaraan sehingga menghadap ke TV, sambil menyalakan mesin kendaraan. Mainkan gasnya perlahan-lahan, maka akan terlihat gambar di TV bergetar. Kenapa begitu ?

Getaran inilah yang disebut frekuensi pelayangan. Gambar TV memang bergetar dengan refresh rate 50Hz (PAL), namun refresh rate secepat itu masih terlalu cepat untuk dilihat mata manusia. Nah sedangkan mesin juga bergetar tergantung RPM, katakanlah pada 2400 RPM, itu berarti getarannya sebesar 2400/60 = 40Hz (bener gak sih?). Oleh karena itu jika kita melihat gambar TV melalui kaca spion yang bergetar karena pengaruh mesin, akan terlihat getaran dengan frekuensi sebesar 50-40=10Hz, nah getaran 10Hz ini masih bisa terdeteksi oleh mata manusia. Menarik bukan ?

MELIHAT KACA SPION ADALAH MELIHAT MASA DEPAN

Satu lagi dan terakhir mengenai kaca spion. Sudah menjadi gaya bahasa umum dimana MELIHAT KE BELAKANG diidentikkan dengan MELIHAT KE MASA LALU. Nah, menurut gue itu SALAH !!! Melihat ke belakang justru melihat ke MASA DEPAN !!! (dengan asumsi elo bergerak maju) Nggak percaya ? Ini penjelasan gue..


Semisal loe sedang mengendarai truk di suatu hari yang biasa. Lalu di depan, elo melihat seseorang menyebrang jalan. Beberapa detik kemudian setelah truk loe melewati orang tersebut, coba lihat ke belakang lewat kaca spion. Pemandangan yang elo lihat adalah orang tersebut sudah tergeletak dengan bekas ban di badannya, dan jiwanya sudah pergi untuk bertemu Mbah Surip dan Michael Jackson...

Jadi ada dua kejadian yang elo lihat disini:
1. Orang menyebrang jalan
2. Orang hancur terlindas

Mana yang masa lalu dan mana yang masa depan ? Dari kedua kejadian di atas, "orang terlindas" terjadi SETELAH "orang menyebrang", sehingga "orang menyebrang" adalah MASA LALU, dan "orang terlindas" adalah MASA DEPAN. Karena kita melihat "orang terlindas" pada saat melihat ke belakang, maka kesimpulannya adalah "Melihat ke Belakang adalah Melihat ke Masa Depan !!!"


2 comments:

  1. "Melihat ke Belakang adalah Melihat ke Masa Depan !!!" kesimpulan anda salah besar bung...
    di sini anda membandingkan antara dimensi ruang dan dimensi waktu, yo ra nyambung ;p

    ReplyDelete
  2. Dropkick JohnieJanuary 10, 2010

    Kalau argumen anda seperti itu, maka yang salah justru mereka yang pertama kali menggunakan gaya bahasa demikian, karena mengaitkan DEPAN-BELAKANG (dimensi ruang) dengan FUTURE-PAST (dimensi waktu). Oleh karena itu hipotesis saya masih dapat dianggap valid karena mengoreksi yang salah...

    ReplyDelete